Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2011


  • PERSYARATAN DAN KETENTUAN
    1. Seleksi
      1. Lulus Ujian Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara tahun 2009, 2010, dan 2011. Bagi lulusan tahun 2009 dan 2010, memiliki ijazah SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara dan bagi lulusan tahun 2011 telah memiliki Surat Keterangan Lulus (SKL) dari Kepala Sekolah yang dilengkapi dengan pasfoto yang bersangkutan dan dicap.
      2. Memiliki kesehatan yang memadai, sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di perguruan tinggi.
      3. Tidak buta warna bagi program studi tertentu.
    2. Penerimaan
      Lulus Ujian Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional, lulus ujian tertulis dan atau keterampilan SNMPTN 2011, sehat, dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima. (lebih…)
  • Read Full Post »

    Pendidikan Berkarakter Bangsa


    PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Kantin Kejujuran

    Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Sorotan itu mengenai berbagai aspek kehidupan, tertuang dalam berbagai tulisan di media cetak, wawancara, dialog, dan gelar wicara di media elektronik. Selain di media massa, para pemuka masyarakat, para ahli, dan para pengamat pendidikan, dan pengamat sosial berbicara mengenai persoalan budaya dan karakter bangsa di berbagai forum seminar, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Persoalan yang muncul di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan,perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang konsumtif, kehidupn politik yang tidakproduktif, dan sebagainya menjadi topik pembahasan hangat di media massa, seminar,dan di berbagai kesempatan. Berbagai alternatif penyelesaian diajukan sepertiperaturan, undang-undang, peningkatan upaya pelaksanaan dan penerapan hukum yanglebih kuat.

    Alternatif lain yang banyak dikemukakan untuk mengatasi, paling tidak mengurangi,masalah budaya dan karakter bangsa yang dibicarakan itu adalah pendidikan.Pendidikan dianggap sebagai alternatif yang bersifat preventif karena pendidikanmembangun generasi baru bangsa yang lebih baik. Sebagai alternatif yang bersifatpreventif, pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi mudabangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebabberbagai masalah budaya dan karakter bangsa. Memang diakui bahwa hasil daripendidikan akan terlihat dampaknya dalam waktu yang tidak segera, tetapi memilikidaya tahan dan dampak yang kuat di masyarakat.

     

    Kurikulum adalah jantungnya pendidikan (curriculum is the heart of education). Olehkarena itu, sudah seharusnya kurikulum, saat ini, memberikan perhatian yang lebihbesar pada pendidikan budaya dan karakter bangsa dibandingkan kurikulum masasebelumnya. Pendapat yang dikemukakan para pemuka masyarakat, ahli pendidikan,para pemerhati pendidikan dan anggota masyarakat lainnya di berbagai media massa,seminar, dan sarasehan yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional padaawal tahun 2010 menggambarkan adanya kebutuhan masyarakat yang kuat akanpendidikan budaya dan karakter bangsa. Apalagi jika dikaji, bahwa kebutuhan itu,secara imperatif, adalah sebagai kualitas manusia Indonesia yang dirumuskan dalam

    Tujuan Pendidikan Nasional.

    Kepedulian masyarakat mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa telah pulamenjadi kepedulian pemerintah. Berbagai upaya pengembangan pendidikan budayadan karakter bangsa telah dilakukan di berbagai direktorat dan bagian di berbagailembaga pemerintah, terutama di berbagai unit Kementrian Pendidikan Nasional.Upaya pengembangan itu berkenaan dengan berbagai jenjang dan jalur pendidikanwalaupun sifatnya belum menyeluruh. Keinginan masyarakat dan kepedulianpemerintah mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa, akhirnya berakumulasipada kebijakan pemerintah mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa danmenjadi salah satu program unggulan pemerintah, paling tidak untuk masa 5 (lima)tahun mendatang. Pedoman sekolah ini adalah rancangan operasionalisasi kebijakanpemerintah dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.

    (lebih…)

    Read Full Post »